preload

Bagaikan angin… Lembutnya melenakan… Ributnya menggusarkan…
Datangnya tanpa diundang...
Namun hadirnya sgt mengasyikkan...

Kemana dituju...
Masih mencari seketul permata...
Di tengah lautan dalam..
Terkadang tenang terkadang diombak badai...

Ibarat mangga muda… perisanya masam…
Tetapi...
Kalau kena cicahnya… enaknya yang terasa…
Aduh…
Peritnya mengukur cinta… dalam ukuran mayam, menimbang setia…
Pedih...
Sembilu maya menusuk jiwa... menikam dada...

Teringat kata pujangga...
Bukan senang hendak senang...
Kalau hendak berenang ke seberang...
Ukur dulu tenaga di badan...

Jangan hanya berharap tanpa ingin bergerak...
Jangan gerun walau pisau menikam dada...
Jangan cakap umpama tin kosong...
Membingitkan telinga tiada isinya...

Aku tetap aku...
Apa yang dikata harus dikota...
Pantang berundur setelah melangkah...
Ayam masih berlaga..
Untung sabut timbul, untung batu tenggelam...

Realiti tidak seperti fantasi...
Tapi ingat...
Halangan tidak mungkin melemahkan impian...
Masih tergenggam satu keazaman...

Keheningan malam menambah kesunyian..
Namun aku sentiasa berteman...
Yang setia bersama sepanjang perjalanan..
Dialah Tuhan semesta alam..

Dia tempat berlindung Dia juga tempat bergantung..
Tak pernah ku merungut walaupun tersangkut..
Semoga tiba hari yang dinanti..
Seorang teman pengubat hati..

Andai masa sudah tiba..
Masa aku melupakan dunia..
Syukur padaNya tidak terhingga..
Selamat dari lembah yang hina..

Seketul permata masih dicari..
Sebagai penawar hati yang berdaki..
Menyampaikan doa setelah mati..
Zuriat yang baik berhati suci...


About Me

Aku yang masih berkelana.. Di dalam penjara dunia.. Mencari jalan ke syurga.. Terjerat di jaring neraka.. Tersembam di lembah noda.. Kini bangkit mencuci dosa.. Rahmat Allah tiada penghujungnya..

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ



Suasana yg paling indah ialah di kala mlm mnjelma.. di saat manusia sedang lena.. di ketika hati merindui Penciptanya...